Selasa, 11 September 2012

kelipatan dan faktor


Kelipatan dan Faktor 
A.    Kelipatan Sebuah faktor
            Kelipatan dari bilangan – bilangan yang merupakan hasil kali antara bilangan a dengan bilangan – bilangan asli.
Contoh : 
a.       Bilangan kelipatan 2 adalah :
            2, 4, 6, 8, 10, …..
            Hasil dari :
            2 x 1 , 2 x 4 , 3 x 4 , …… 
b.      Bilangan kelipatan 5 adalah :
5, 10, 15, 20, …..
Hasil dari :
2 x 5 , 3 x 5 , 4 x 5 , …. 

B.     Kelipatan Persekutuan dari dua bilangan
                Kelipatan persekutuan dari dua bilangan asli adalah bilangan – bilangan yang hasilnya
sama antara kedua lipatan bilangan asli tersebut.
Contoh :
Bilangan kelipatan 3 = 3, 6, 9, 12, 15, 18, 21, 24, 27, ….
Bilangan kelipatan 4 = 4, 8, 12, 16, 24, 28, 32, …..
Bilangan yang tercetak tebal adalah keliapatan persekutuan antara 3 dan 4 yaitu 12, 24



CARA CEPAT
            Untuk mengetahui bilangan – bilangan yang merupakan kelipatan persekutuan dari dua bilangan a dan b, yang paling mudah adalah dengan cara membuat kelipatan bilangan dari perkalian antara bilangan a dan b tersebut.
            Atau dengan kata lain ada dua langkah mudah untuk menetahui hasilnya yaitu :
1.      Tentukan hasil dari perkalian dari kedua bilangan tersebut.
2.      Buatlah kelipatan dari bilangan hasil langkah pertama.
CONTOH :
Tentukan bilangan yang merupakan kelipatan persekutuan dari 2 dan 3 yang lebih kecil dari 20 !
PENYELESAIAN :
2 X 3 = 6
Kelipatan 6 = 6, 12, 18, 24, 30, 36, ….
Jadi kelipatan persekutuan 2 dan 3 yang kurang dari 20 = 6, 12, dan 18

C.     Faktor dan Faktor Persekutuan 
a.       Faktor (pembagi)
Jika a, b, c merupakan bilangan asli dan a = b X c maka b dan c merupakan faktor dari a.
Contoh :
1.      Tentukan faktor dari 12 adalah …. ?
PEMBAHASAN :
12 = 1 x 12
12 = 2 x 6
12 = 3 x 4
Jadi faktor dari 12 = 1, 2, 3, 4, dan 6
2.      Tentukan faktor dari 36 adalah … ?
PEMBAHASAN :
36 = 1 X 36
36 = 2 X 18
36 = 3 X 12
36 = 4 X 9
36 = 6 X 6
Jadi faktor dari 36 adalah 1, 2, 3, 4, dan 6
      b. Faktor persekutuan dari dua bilangan
            Faktor persekutuan dari dua bilangan adalah bilangan yang terdapat pada kedua faktor bilangan  tersebut
Contoh :
Faktor dari 6 = 1, 2, 3, 6
Faktor dari 8 = 1, 2, 4, 8
Bilangan yang di hitamkan adalah faktor persekutuan antara 6 dan 8. 

D.    Bilangan Prima dan Faktor Prima
a.       Bilangan Prima dan Bilangan Komposit
Bilangan prima adalah bilangan yang hanya memiliki dua faktor yaitu 1 dan bilangan itu sendiri.
Contoh :
7, dengan faktor 1 dan 7
11, dengan faktor 1 dan 11
Sedangakan bilangan yang mempunyai lebih dari 2 faktor adalah bilangan komposit.
      b. Faktor prima dari suatu bilangan
Faktor prima dari suatu bilangan adalah faktor -  faktor dari sebuah bilangan yang merupakan bilangan prima.
Contoh :
Tentukan faktor prima dari 12 !
PEMBAHASAN :
12 = 1 x 12
12 = 2 x 6
12 = 3 x 4
Jadi faktor prima dari 12 adalah 2 dan 3

perkalian istimewa


Perkalian Istimewa
            Perkalian istimewa hanya berlaku pada bilangan tertentu yang memiliki syarat :
·         Ratusan atau puluhan bilangan yang akan dikalikan harus sama
·         Jumlah satuannya sama dengan 10

Untuk menyelesaikan perkalian istimewa ada beberapa hal yang dikerjakan, yaitu :
·         Kalikan puluhan atau ratusan bilangan pertama dengan puluhan atau ratusan bilangan ke dua.
·         Hasil yang diperoleh dari langkah pertama dijumlahkan dengan bilangan puluhan atau ratusan itu sendiri.
·         Hasil yang diperoleh dari langkah kedua adalah jumlah perkalian pada digit depan.
·         Untuk jawaban perkalian pada digit belakang, kita tinggal mengalikan satuan bilangan pertama dengan satuan bilangan kedua.
·         Apabila hasil perkalian satuannya adalah 9, maka harus ditulis dua angka yaitu 09.
CONTOH : 
1.      47 X 43 = ………. ?
            Kedua bilangan tersebut memenuhi syarat perkalian istimewa, yaitu angka puluhannya
            sama – sama bernilai 4 dan hasil penjumlahan satuannya adalah 10
            PENYELESAIAN :
                        Langkah 1      = 4 X 4 = 16
                        Langkah 2      = 16 + 4 = 20
                        Langkah 3      = hasil dari langkah 2 merupakan digit depan, yaitu 20…..
                        Langkah 4      = 7 x 3 = 21
            Untuk mendapatkan jawaban yang lengkap kita tinggal menyejajarkan angka –
            angka yang didapat pada langkah 3 dan 4 sehingga jawabannya 2021. 

2.      71 X 79 = ……… ?
Kedua bilangan tersebut memenuhi syarat perkalian istimewa, yaitu angka puluhannya sama – sama bernilai angka 7 dan hasil dari satuannya adalah 10.
PENYELESAIN :
Langkah 1      = 7 X 7 = 49
Langkah 2      = 49 + 7 = 56
Langkah 3      = hasil dari langkah 2 adalah digit depan yaitu 56…..
Langkah 4      = 1 X 9 = 9
Langkah 5      = karena hasil langkah 4 bernilai 9 maka harus ditulis 09
Jadi jawabannya 5609

CARA CEPAT BELIA :
(Angka puluhan/ratusan X angka puluhan/ratusan) + angka puluhan /ratusan dan (satuan X satuan)

CONTOH : 

1.      126 X 124 = ……..?

PENYELESAIAN :
Angka puluhan/ratusan X angka puluhan/ratusan) + angka puluhan /ratusan dan (satuan X satuan =>  (12 x 12) + 12 dan (4 x 6)
ð  156 dan 24
ð  1562
     2. 55 x 55 = ……. ?

PENYELESAIAN :
Angka puluhan/ratusan X angka puluhan/ratusan) + angka puluhan /ratusan dan (satuan X satuan => (5 x 5) + 5 dan (5 x 5)
ð  30 dan 25
ð  3035
      3. 459 x 451 = ……..?

PENYELESAIAN :
Angka puluhan/ratusan X angka puluhan/ratusan) + angka puluhan /ratusan dan (satuan X satuan => (45 x 45) + 45 dan (1 x 9)
ð  2070 dan 09
ð  207009

perbandingan


PERBANDINGAN
A.    Definisi
Perbandingan adalah membandingkan dua besaran sampai ke angka terkecil dan tidak mempunyai faktor persekutuan.
Bentuk Umum :
                             = a : b
B.     Skala
Skala dapat didefinisikan sebagai perbandingan antara jarak pada peta dengan jarak sebenarnya atau dapat ditulis :
C.     Perbandingan Senilai
Perbandingan senilai adalah perbandingan yang memiliki nilai yang sama (berbanding lurus). Perbandingan senilai dapat dinyatakan dengan a : b = c : d dimana a dan d disebut suku tepi sedangkan b dan c disebut suku tengah.
D.    Perbandingan tidak senilai
Perbandingan tidak senilai merupakan kebalikan perbandingan senilai. Sehingga perbandingan tidak senilai bersifat berbanding terbalik. Dapat dinyatakan :




CONTOH SOAL :
1.      Seorang anak memiliki kelereng untuk dibagikan kepada 6 temannya yang masing – masing mendapatkan 30 butir dan tidak ada sisa. Jika tersebut dibagikan kepada 10 temannya maka masing – masing mendapat ….. ?

a. 50 butir
b. 18 butir
c. 25 butir
d. 14 butir

PEMBAHASAN :
·         Langkah pertama kita harus mengetahui jumlah keseluruhan kelereng dengan cara :
Jumlah kelereng = 6 X 30 = 180
·         Kemudian dibagi dengan 10
Jadi masing – masing temannya mendapatkan 18 butir (B)
          
CARA CEPAT BELIA :
 

2.      Suatu pekerjaan akan selesai selama 80 hari oleh 15 orang. Supaya pekerjaan cepat diselesaikan dalam 60 hari maka berapa pekerja yang harus ditambah ….. ?

           a. 15 orang
           b. 20 orang
c. 10 orang
d. 5 orang

            PEMBAHASAN :
CARA CEPAT BELIA :
 . Pekerja tambahannya           = 20 – 15 = 5 orang
Jadi pekerja yang ditambah adalah 5 orang (d)
3.      Untuk membuat 3 buah roti diperlukan 4 kg tepung terigu. Jika roti akan dibuat sebanyak 15 buah maka tepung terigu yang dibutuhkan ….. ?

a. 20 kg
b. 10 kg
c. 25 kg
d. 30 kg

PEMBAHASAN :
CARA CEPAT BELIA :
 

4.      Harga 4 meter kain adalah Rp. 60.000 harga 25 meter adalah ….. ?

a. Rp. 300.000
b. Rp. 375.000
c. Rp. 500.000
d. Rp. 1.000.000

PEMBAHASAN :
CARA CEPAT BELIA :
d = Rp. 375.000

Jadi harga 25 meter adalah Rp. 375.000
5.      Jarak antara Kota A dan B adalah 200 Km, apabila skala dalam peta 1 : 2.000.000  maka jarak pada kota A dan B pada peta adalah …. ?

a. 1cm
b. 10cm
c. 20cm
d. 15cm

PEMBAHASAN :
Jarak pada peta       =
                              =
                            = 10 cm
 Jadi jarak pada peta adalah 10 cm (b)